Harga Batubara Mendekati US$130 per Ton, Permintaan Asia Dinilai Belum Pulih

By Admin


Batubara
nusakini.com, Harga batubara termal bergerak turun mendekati level US$130 per ton pada pekan ini seiring meredanya kekhawatiran pasar energi global terkait pasokan gas alam cair (LNG). Kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya aksi peralihan energi oleh sejumlah negara Asia yang sebelumnya diperkirakan akan meningkatkan konsumsi batubara.

Berdasarkan data perdagangan terbaru pada Jumat, 8 Mei 2026, impor batubara termal Jepang dan Korea Selatan pada April tercatat lebih rendah dibandingkan Maret. Volume impor juga masih berada di bawah rata-rata lima tahunan, menandakan permintaan belum kembali kuat.

Sebelumnya, batubara sempat dipandang sebagai alternatif LNG untuk pembangkit listrik setelah gangguan jalur distribusi energi di Timur Tengah memicu tekanan pasokan global. Penutupan efektif Selat Hormuz disebut mengganggu sekitar 20 persen distribusi LNG dunia.

Namun, analis pasar energi menilai respons negara-negara Asia terhadap gangguan pasokan tersebut tidak seagresif perkiraan awal. Penurunan impor LNG Asia justru banyak dipengaruhi langkah China yang mengurangi pembelian dari luar negeri.

China disebut meningkatkan pemanfaatan produksi batubara domestik serta mengandalkan pasokan gas dari jaringan pipa dan sumber energi lokal. Strategi tersebut dinilai membantu mengurangi tekanan terhadap pasokan LNG global sehingga kebutuhan negara Asia lainnya tidak meningkat tajam.

Pelaku pasar kini mencermati arah permintaan energi di kawasan Asia Timur, terutama menjelang musim panas yang biasanya meningkatkan kebutuhan listrik untuk pendingin udara. (*)